Update Indonesia Volume IV No. 08 Januari 2010 (Bahasa Indonesia)

More articles

Dinamika politik di internal Partai Amanat Nasional (PAN) menjelang Kongres PAN pada 8-10 Januari 2010 semakin dinamis. Siapa yang akan menjadi ketua umum selalu menjadi isu sentral dalam setiap suksesi partai politik. Dua figur yang sudah hampir pasti maju dalam pertarungan itu adalah Hatta Rajasa dan Drajad Wibowo. Keduanya dikenal dekat dengan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais.

Fenomena kemunculan kandidat dari lingkaran kekuasaan (Hatta Radjasa), setidaknya bisa dijadikan petunjuk awal, bagaimana kira-kira peta politik yang akan muncul di Kongres PAN mendatang. Berdasarkan pengalaman suksesi di beberapa partai menunjukkan adanya intervensi kekuasaan. Posisi Hatta sebagai
Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II dan orang dekat Presiden SBY berpotensi akan menggunakan campur tangan kekuasaan terkait pencalonannya sebagai Ketua Umum PAN. Pertanyaan, sejauhmana pengaruh SBY dan Amien Rais mempengaruhi peta politik di Kongres PAN, dan apakah kepentingan SBY terhadap Kongres PAN? Update Indonesia kali ini mengangkat tema utama tentang Kongres PAN: Momentum Kebangkitan Partai atau Penyempurna Kemenangan SBY

Update Indonesia kali ini juga mengangkat tema-tema penting di beberapa bidang. Di bidang ekonomi dan keuangan, tentang cost recovery dalam APBN dan tema tentang FTA ASEAN-China. Di bidang politik mengangkat tema mengenai koalisi dan kasus Century. Di bidang hukum membahas tentang kontroversi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Di bidang sosial mengangkat tema mengenai kasus salah tangkap oleh pihak kepolisian, dan tema tentang kabar pergerakan pro perempuan Indonesia.

Update Indonesia Volume IV No. 08 Januari 2010 (Bahasa Indonesia)

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article