Soal Komitmen Anti-Korupsi, Mas Agus Dinilai Kalah Telak dari Ahok

More articles

JAKARTA – Komitmen Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan pasangannya Sylviana Murni dalam komitmen pemberantasan korupsi dirasa masih normatif.

Direktur Indonesian Budget Center Roy Salam melihat Agus tidak pernah memaparkan kiatnya untuk menjaga anggaran dari para pencoleng duit rakyat. Padahal hal tersebut sangat penting untuk dikemukakan kepadan calon pemilih.

Menurutnya visi misi yang dikemukakan oleh Agus dan Sylvi masih umum dan belum jelas dalam memberantas korupsi.

“Menurut saya calon nomor satu (Agus) masih umum,” kata Roy di Perpustakaan The Indonesian Institute, Gedung Pakarti Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/11).

Sementara itu, peneliti The Indonesian Institute, Muhammad Reza Hermanto mengungkapkan bahwa visi dan misi Agus-Sylviana Murni agak terlalu umum. Parahnya, pasangan yang diusung Partai Demokrat itu terkesan melupakan pemberantasan korupsi.

“Visinya menuju Jakarta yang maju, aman, adil, dan sejahtera. Misinya mewujudkan Jakarta yang maju, aman, adil, sejahtera, Jakarta yang lebih hijau, lingkungan yang sehat. Sasarannya antara lain meningkatkan keterampilan, profesionalitas, dan pelayanan publik yang baik dan bersih. Peningkatan kesejahteraan dan disiplin aparat sipil dan birokrasi. Program Aksinya adil dan sejahtera. Pasangan ini terlalu general dalam menyusun program. Dengan kata lain masih belum konkrit,” sorot Reza.

Menurutnya, Ahok adalah cagub yang paling tegas mencantumkan program pemberantasan korupsi. Apalagi ada program dari Ahok yang sudah agak menginjak bumi soal pemberangusan pencoleng duit rakyat.

“Melanjutkan dan memperkuat kerja sama dengan institusi terkait pemberantasan korupsi. Program kerja Ahok menurut saya lebih konkret terutama dalam hal pemberantasan korupsi,” kata Reza.

Sumber: Jpnn.com.

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article