Medsos pengaruhi kehidupan keberagaman

More articles

Media sosial sangat strategis mengambil peran lebih aktif untuk menyuarakan pesan positif tentang kebhinnekaan dan toleransi, memberitakan tentang kekayaan bangsa kita yang bhinneka serta memberikan informasi berbobot (edukasi publik)

Jakarta- Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII) Adinda Tenriangke Muchtar mengatakan media sosial sangat mempengaruhi kehidupan keberagaman di Indonesia karena isi pesan medsos memiliki kemampuan menyebar secara luas, termasuk dampak positif dan negatifnya.

“Media sosial sangat berperan dalam mempengaruhi pola keberagaman karena pada dasarnya media memiliki kapasitas, kapabilitas serta fungsi untuk mengamplifikasi pesan dengan jangkauan yang luas ke masyarakat,” kata Adinda saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Pernyataan Adinda itu seiring penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo soal arus komunikasi dan interaksi yang semakin mudah dan terbuka harus dimanfaatkan dan sekaligus diwaspadai.

Jokowi menyebut kini pengetahuan dan pengalaman yang positif jauh lebih mudah diperoleh. Tetapi kemudahan arus komunikasi dan interaksi juga membawa ancaman salah satunya terhadap keberagaman sebagaimana tertuang dalam Pancasila.

Untuk itu, Adinda berharap medsos harus bermanfaat positif untuk mendukung semangat menjaga persatuan dan kesatuan serta menghormati dan merawat keberagaman.

“Media sosial sangat strategis mengambil peran lebih aktif untuk menyuarakan pesan positif tentang kebhinnekaan dan toleransi, memberitakan tentang kekayaan bangsa kita yang bhinneka serta memberikan informasi berbobot (edukasi publik),” kata dia.

Medsos juga harus menyajikan konten menarik tentang pentingnya kebhinnekaan dan toleransi untuk mewujudkan cita-cita bangsa bersama dalam satu Indonesia.

Sumber: Antaranews.com

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article