Masyarakat Betawi Masih Inginkan Sosok Cagub Putra Daerah.

More articles

JAKARTA – Sejarawan Betawi JJ Rizal menyatakan calon gubernur putra daerah masih berpeluang kuat untuk menarik simpati masyarakat Ibu Kota.

Hal itu, kata Rizal lantaran masyarakat Betawi asli masih punya mimpi untuk menjadikan putra daerah sebagai gubernurnya. “Itulah alasan mengapa mereka tetap menjagokan calon gubernurnya asli orang Betawi,” kata JJ Rizal usai diskusi di gedung Indonesian Institute, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2012).

Meskipun, menurut catatan Sensus BPS tahun 2000 juga data riset LP3ES, jumlah etnis Betawi menempati urutan dua di Jakarta, setelah orang Jawa.

Bahkan, terkait segmentasi Betawi itu, jelas JJ Rizal, sebenarnya sudah habis sejak lama, disebabkan faktor migrasi. Lalu muncul lagi pada masa Ali Sadikin.

Akan tetapi, segmentasi itu masih ada. Bahkan Rizal yakin calon gubernur incumben Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, keduanya adalah putra daerah bisa menarik simpati masyarakat Betawi.

“Fauzi Bowo adalah keturunan kelompok Betawi yang memiliki pangkat, ditambah Nachrowi Ramli yang Betawi pinggiran, ini menjadi semakin kuat,” jelas Rizal.

Begitupun dari jalur independen, Biem Benjamin (calon wakil gubernur) dari Cagub Faisal Basrie bisa diandalkan untuk merebut hati publik Jakarta.

“Saya melihat Faisal memilih Biem Benjamin untuk mengambil sisi Betawinya, tetapi sayangnya tidak terlalu digemborkan,” jelas Rizal. Padahal, menurutnya itu bisa membantu.

Sumber: Okezone.com.

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article