Masih Baru, Mobil Esemka Diprediksi Sulit Menangkan Persaingan di Pasar Domestik

More articles

Pemerintah belum lama ini mengumumkan dihadapan publik bakal memproduksi mobil sendiri dengan merek Esemka adalah PT Solo Makmur Kreasi yang akan menjadi produsen mobil Esemka tersebut dengan kapasitas mesin sekitar 1300 CC tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan pabrik mobil Esemka di Boyolali baru-baru ini, meyakini hasil produksi dari produsen mobil dalam negeri ini akan laris manis di pasaran. Bahkan Jokowi ikut mempromosikan agar mobil karya anak bangsa tersebut mendapatkan sambutan hangat dari konsumennya.

Menanggapi hal itu, Ekonom The Indonesian Institute Muhammad Rifki Fadilah mengungkapkan untuk bisa bersaing dipasar dalam negeri mobil Esemka akan mendapati banyak sekali tantangan.

Pasalnya, pasar mobil Indonesia lebih mengarah pada struktur pasar oligopoli sehingga persaingan sangat kompetitif bagi para produsen mobil. Yang paling penting produsen mobil Esemka harus mampu menjawab tantangan dari segi kualitasnya dan pelayanan.

“Kita lihat dulu struktur pasarnya, mobil Esemka akan masuk ke struktur pasar oligopoli di Indonesia. Jika mobil Esemka mau masuk ke pasar oligopoli, mobil Esemka harus memenuhi prasyarat untuk bersaing dari segi kualitas, harga dan juga aftersales servicesnya,”tuturnya dihubungi di Jakarta, (12/9/2019).

Menurutnya struktur dalam pasar oligopoli ini membutuhkan teknologi padat modal untuk produksi, alhasil efisiensi baru bisa tercapai apabila output yang diproduksi dalam skala besar.

Sedangkan saat ini, hal ini pelaku utama di industri mobil kita baru ada 7-11 merek. Terutama mobil merek Jepang yang bermain dalam pasar ini baik pada kategori mobil niaga maupun sedan.

Oleh karena itu, Esemka sebagai pemain baru harus berjuang keras dengan mobil merek lain untuk bisa diminati dipasar dalam negeri.

“Artinya, Esemka harus bekerja keras untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Dan juga harus memilih pangsa pasar yang tepat supaya laku terjual,”pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article