Ma’ruf Amin dan Sandiaga Dikritik Sama Saja, Lupa Hak 3 Kelompok Rentan

More articles

Kedua calon wakil presiden (Cawapres) Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno sama-sama menuai kritik karena masih sedikit berbicara mengenai kepentingan kelompok minoritas dan golongan rentan dalam depat pilpres ronde ketiga semalam.

“Isu kelompok disabilitas, perempuan maupun komunitas Masyarakat Adat tidak menjadi bagian dari substansi debat,” kata Peneliti bidang sosial The Indonesian Institute Nopitri Wahyuni, kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/3).

Menurut Nopitri, kondisi sosial saat ini yang mengakomodir persoalan kelompok rentan itu masih banyak yang mandeg di tataran kebijakan.

Harusnya, lanjut dia, pengakuan eksistensi dan perlindungan Masyarakat Adat, tingginya perkawinan anak dan kekerasan terhadap perempuan serta pelayanan sosial bagi kelompok disabilitas masuk menjadi prioritas kedua pasangan.

Nopitri juga mengkritik kedua cawapres dalam penjelasan debat belum banyak mengelaborasi konteks persoalan, misalnya tidak menyentuh konteks maupun tawaran kebaruan.

“Cawapres 01 Ma’ruf Amin fokus pada konservasi dan globalisasi budaya, yang kemudian dilengkapi dengan pernyataan Cawapres 02 Sandiaga Uno dengan polesan ekonomi kreatif,” kata dia, dilansir Antara.

Meski ada pembahasan penguatan kebudayaan lokal, kata dia, soal Masyarakat Adat juga tidak disinggung. Kedua Cawapres melupakan polemik yang terjadi, yaitu perjuangan hak-hak Masyarakat Adat melalui RUU Masyarakat Adat yang masih mengalami kebuntuan.

“Padahal, mereka menghadapi perentanan yang cukup serius, mulai dari perampasan lahan sampai diskriminasi keyakinan,” sesal pengamat sosial itu.

Sumber: Merahputih.com

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article