Ini Sebabnya Banyak Calon Kepala Daerah Berlatar Belakang Pengusaha

More articles

Jakarta— Peneliti bidang politik The Indonesian Institute Fadel Basrianto menyimpulkan, demokrasi Indonesia yang masih berbiaya tinggi menjadi sebab Pilkada kerap diisi calon-calon yang berlatar belakang pengusaha. Ini karena pengusaha memiliki modal besar untuk bertarung dalam ‘pasar bebas’ Pilkada.

Fadel mengatakan hal ini usai pihaknya mendapati temuan jumlah calon kepala daerah yang berlatar belakang swasta atau pengusaha mencapai 44, 89 persen pada Pilkada 2018.

Pada Pilkada 2017, dari 310 calon kepala daerah 50 persennya berlatar belakang swasta atau pengusaha. Sisanya, berlatar belakang sebagai petahana PNS, anggota DPR/DPRD provinsi maupun kabupaten/kota, anggota DPRD, Pejabat BUMN/BUMD, anggota TNI/Polri, dan perangkat serta kepala desa.

“Partai politik tidak ingin mengambil risiko yang tinggi. Jika partai politik tidak mengajukan kandidat yang berpotensi menang, maka risiko mereka kehilangan suara untuk Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 akan membesar,” jelas Fadel.

Karena itu, menurut dia, opsi yang dipilih oleh partai politik hanya ada dua, yakni mendukung kandidat yang memiliki modal besar atau kandidat yang telah memiliki modal popularitas yang tinggi seperti yang dimiliki oleh petahana.

Implikasinya, aktor-aktor yang dapat mengakses menjadi calon kepala daerah menjadi lebih ekslusif di mana orang yang dapat menjadi calon kepala daerah haruslah orang yang memiliki modal yang besar, atau tingkat popularitas yang tinggi.

Pada Pilkada 2017, jumlah persentase petahana sebesar 16,61 persen, sedangkan pada Pilkada 2018, partisipasi petahana meningkat menjadi 19,49 persen.

Sumber : Rilisid.com.

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article