Ibas Lamar Aliya, PD & PAN Diprediksi Makin Mesra 5 Tahun ke Depan

More articles

Jakarta – Ibas Yudhoyono yang melamar Aliya Rajasa sepertinya tidak hanya menjadi hal yang menggembirakan bagi keduanya. Diprediksi, hubungan Partai Demokrat dan PAN pun akan semakin mesra, setidaknya selama 5 tahun mendatang.

“Dugaan saya, bisa saja akan mempererat hubungan Demokrat-PAN, sehingga semakin mesra. Paling tidak sampai 5 tahun ke depan, ketika Hatta masih mengendalikan PAN dan figur SBY masih sangat kuat di Demokrat,” ujar peneliti senior The Indonesian Institute, Hanta Yuda, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (26/4/2011).

Menurutnya, hal ini juga bisa semakin memuluskan jalan koalisi antara Demokrat dan PAN di Pilpres 2014. Hanta yakin, yang akan maju sebagai capres dari Demokrat bukan Ketum Anas Urbaningrum, tapi dari trah Cikeas.

“Misalnya Ani Yudhoyono atau Edhi Wibowo (Pramono Edhi Wibowo, ipar SBY) sangat mungkin berpasangan dengan Hatta Rajasa,” imbuhnya.

Hubungan kedua partai juga bisa semakin erat, karena Ibas yang merupakan Sekjen Partai Demokrat adalah menantu Hatta yang notabene Ketum PAN. Ketum PAN ini sekaligus juga berbesanan dengan SBY yang merupakan Ketua Dewan Pembina Demokrat.

“Jadi memang ada dampak secara politik, tapi menurut saya tidak terlalu signifikan. Karena semua itu juga akan bergantung pada dinamika di internal PAN dan PD, serta dinamika politik jelang pilpres,” terang Hanta.

Jika dalam tahun-tahun selanjutnya figur ‘pengendali’ PAN dan Demokrat berganti, maka kemesraan kedua partai akan semakin lama. Mesra tidaknya partai tentu tidak hanya bergantung satu-dua orang, tetapi tergantung dinamika politik yang terjadi.

Sumber: Detiknews.

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article