Foke ‘Cacat’ karena Pernah ‘Pisah Ranjang’ dengan Prijanto.

More articles

JAKARTA– Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo akan mencalonkan diri lagi sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Namun, pria yang akrab disapa Foke itu dinilai sulit untuk menjadi pemenang pemilukada untuk kedua kalinya.

Pasalnya, menurut pengamat politik LIPI Siti Zuhro, Foke memiliki sejumlah kelemahan. Diantaranya kekecewaan masyarakat kepada kepemimpinan Foke selama 5 tahun terakhir.

“Masyarakat saat ini sudah kecewa dengan kinerja Foke,” kata Siti Zuhro dalam acara diskusi “The Indonesian Forum Seri 16” di Gedung The Indonesian Institute Jalan K.H Wahid Hasyim, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2012).
Selain itu, Siti Zuhro mengatakan, kasus lain yang menjadi ‘cacat’ Foke di mata Masyarakat adalah kasus hubungan Foke dengan wakilnya Prijanto saat memimpin Jakarta. “Masyarakat juga kecewa Foke pernah pisah ranjang dengan Prijanto,” kata Siti.

Kendati demikian, kata Siti Zuhro, Foke memiliki kekuatan untuk maju dalam pemilukada karena posisinya sebagai incumbent. “Fauzi Bowo sudah menguasai hampir semua masjid dan tempat-tempat pengajian. Dan semua lawanya di partai politik sudah sangat mengetahui,” katanya.

Selain itu, kata Siti, warga Jakarta sedang menggadang-gadangkan seorang pemimpin yang punya kapasitas. Namun bagi Siti, rata-rata incumbent tak memiliki kapasitas untuk memimpin kembali suatu daerah.  “Tapi masyarakat tahu sepanjang dia tidak pernah diberitakan korupsi dan amoral mereka pasti akan tetap memilih incumbent,” katanya.

Sumber: Okezone.com.

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article