BKN Diusulkan Bikin Platform Terpusat Menjelang Rekrutmen ASN

More articles

Jakarta – Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research atau TII Vunny Wijaya mengatakan sistem informasi terpusat diperlukan, untuk meminimalisasi hoaks menjelang rekrutmen Aparat Sipil Negara atau ASN 2019. Dia memprediksi banyak pihak yang akan mengambil keuntungan menjelang rekrutmen ini.

“Hoaks-hoaks tentang pembukaan seleksi jabatan atau formasi di kementerian dan lembaga menjadi sangat marak,” kata Vunny dalam kererangan tertulis, Selasa, 20 Agustus 2019.

Vunny mengatakan selama ini masyarakat diarahkan oleh Badan Kepegawaian Negara atau BKN untuk memantau melalui website bkn.go.id. Sejauh pengamatan Vunny, pengumuman soal seleksi masih belum efektif karena informasi berada di menu pengumuman yang bercampur dengan pengumuman lain terkait BKN.

Menurutnya, perlu dikembangkan sebuah platform berbentuk aplikasi yang secara khusus menyediakan informasi rekrutmen dan berita terkait rekrutmen ASN 2019.

“Adanya platform tersebut juga diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat masyarakat dalam mencari informasi rekrutmen. Hal ini sangat penting karena hoaks tidak hanya membingungkan masyarakat, namun juga rentan berujung pada penipuan,” kata dia.

Vunny berharap BKN dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dapat mempertimbangkan adanya platform informasi terpusat menjelang rekrutmen ASN. Dia menyarankan BKN dan Kemen PAN-RB makin gencar menggunakan berbagai media sosial atau website yang dimiliki saat ini untuk mencegah beredarnya hoaks.

Sumber: Tempo.co

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article