BI Pertahankan Suku Bunga, Pengamat: Strategi Perkecil Defisit Transaksi Berjalan

More articles

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi investasi internasional (PII) Indonesia sampai akhir tahun 2018 mengalami peningkatan mencapai angka USD17,8 miliar atau 30,5 persen. Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang hanya USD292,5 miliar atau 28,0 persen dari PDB.

Dikutip dari Website Bank Indonesia, ke depan BI yakin PII bakal semakin membaik dan terjaga. Hal ini sejalan dengan stabilitas perekonomian yang semakin kondusif dan dampak dari stabilnya bunga acuan. Sehingga, iklim investasi terlihat lebih stabil seiring dengan pulihnya perekonomian.

Sementara itu, Peneliti Indonesian Institute Muhammad Rifki Fadilah ketika dihubungi mengatakan dirinya mengapresiasi PII yang mengalami kenaikan, seiring dengan kondisi perekonomian yang makin stabil.

Namun Rifki lebih tertarik menyoroti kondisi defisit transaksi berjalan. Rifki meminta Bank Indonesia (BI) fokus dalam mengurangi defisit transaksi berjalan, lantaran menurut dia kondisi defisit transaksi berjalan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Sebab kondisi impor masih sangat berisiko.

Rifki mengatakan fokus BI menjaga kondisi defisit transaksi tersebut agar tidak semakin membesar dan membahayakan bagi perekonomian.

“Kalau soal defisit itu kan kita para ekonom kayaknya hampir sependapat masih sulit diturunkan, karena impor masih berisiko dan juga sektor migas masih bisa naik. Menurut saya ini langkah BI memagari defisit transaksi supaya enggak semakin melebar,” ujar Rifki Fadilah di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Rifki meyakini BI mempertahankan suku bunga 6 persen merupakan strategi dari Bank Indonesia dalam menarik sebanyak-banyaknya arus modal ke dalam negeri. Sehingga investasi bisa berkembang dan produksi bisa ditingkatkan, pada ujungnya mampu mengurangi defisit transaksi berjalan yang menjadi pekerjaan rumah tersebut.

“Artinya suku bunga yang 6 persen ini juga merupakan cara BI mengurangi defisit berjalan dan jaga daya tarik aset keuangan Indonesia,” pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article