Banyak Dana Bocor Keluar Negeri, Pengamat: Ini Tantangan Kedua Capres Ambil Kembali!

More articles

Pengamat Ekonomi The Indonesian Institute, Muhamad Rifky Fadilah mengatakan bocornya dana sebesar Rp11.000 triliun ke luar negeri menjadi tantangan kedua pasang Calon Presiden (Capres) yang saat ini sedang bersaing memperebutkan kekuasaan.

Pasalnya banyak indikasi kebocoran tersebut akan sangat merugikan jika tidak segera dicarikan solusinya. Menurut dia jika benar ada datanya pemerintah harus segera bertindak dan berusaha menarik kembali uang yang lari keluar negeri itu

“Sebenarnya ini juga merupakan tantangan ke depan bagi kedua Calon Presiden. Apabila memang benar ada data sahnya pemerintah harus segera berusaha menarik kembali uang tersebut,” kata Rifky saat dihubugi di Jakarta (10/4/2019).

Selain itu lembaga-lembaga terkait harus bersinergi menyelidiki lebih jauh dan mencari motif yang membuat ribuan triliun uang mengalir keluar negeri itu. Sehingga antisipasi bisa dilakukan maksimal agar hal semacam ini tidak terus berulang dimasa depan.

“Dan juga perlu adanya penyelidikan lebih lanjut, alasan apa yang melatar belakangi pelarian dana ke sana,” jelasnya. Rifki menambahkan jika banyak pihak yang menduga larinya uang keluar negeri itu disebabkan oleh adanya startup seperti banyaknya e-commerce itu bisa saja benar. Sebab dengan banyaknya e-commerce maka semakin besar potensi uang lari keluar negeri.

“Karena e-commerce juga bisa menjadi pemicu terjadi banyaknya impor, kemudian untuk impor kita perlu devisa, bisa jadi larinya ke arah sana,” pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article