Pengamat: Pernyataan Amien Rais tak Etis

More articles

JAKARTA – Peneliti bidang politik lembaga The Indonesian Institute Arfianto Purbolaksono menilai usul Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais agar Asman Abnur mundur dari posisinya di kabinet, kurang etis.

“Menurut saya kurang etis jika Pak Amien meminta Menteri Asman mundur dari Kabinet,” ujar Arfianto di Jakarta, Selasa (25/7).

Dia menilai, keputusan menarik kader dari kabinet tentu harus dibicarakan dengan Presiden sebagai pemilik hak prerogratif. Namun demikian, jika memang Presiden membutuhkan Pak Asman untuk mencapai kepentingan negara, tentunya kepentingan partai harus lah ditanggalkan.

Di sisi lain, jika keinginan Amien Rais dituruti, maka dapat diartikan PAN keluar dari partai koalisi pendukung pemerintah. Seyogyanya, kata dia, keputusan untuk menarik diri dari koalisi partai pendukung dilakukan melalui mekanisme yang ada di internal kepengurusan PAN, bukan hanya permintaan satu atau dua orang saja.

Sementara itu jika melihat posisi PAN di koalisi partai pendukung Pemerintah, Arfianto menilai diperlukan komunikasi yang lebih intim lagi dari Presiden dan Wakil Presiden bersama ketua umum partai pendukung agar tidak ada kendala komunikasi maupun saling mencurigai.

“Saatnya meneguhkan kembali komitmen bersama untuk menuntaskan masa bakti pemerintahan ini,” kata dia.

Sebelumnya Amien Rais meminta PAN mundur dari kabinet. Amien mengatakan PAN harus menentukan sikap politik untuk tidak berkoalisi dengan pemerintah yang berkuasa saat ini. Amien juga mengusulkan agar kader PAN yang kini menjadi Menpan-RB, Asman Abnur segera mundur dari posisinya.

Sumber: Republika.co.id

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article