Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat, Bagaimana Dampaknya Ke Indonesia?

More articles

Para ekonom sepakat jika tidak ada upaya penyelesaian terkait dengan tekan-menekan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta jika tahun ini belum ada upaya membuat kesepakatan untuk menghentikan perang dagang. Maka pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan berkisar di angka 3 persen saja.

Peneliti The Indonesian Institute, Muhammad Rifki Fadilah mengungkapkan, tren menurunnya ekonomi global itu bisa terbaca dari banyaknya lembaga mulai dari IMF World Bank dan juga lembaga lainnya yang  hampir semua memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia karena perlambatan perdagangan dunia juga.

<ins ‘=”” data-ad-layout=in-article data-ad-format=fluid data-ad-client=ca-pub-9188791416509229 data-ad-slot=6627834059 data-adsbygoogle-status=done style=’box-sizing: border-box’> “Saat ini juga sudah banyak lembaga yang mengoreksi pertumbuhan ekonomi dunia,”katanya di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Lantas bagaimana dampaknya terhadap prediksi pertumbuhan ekonomi nasional?

Menurut Ekonom Indonesia for Global Justce, Hafidz Afandi, kendati pertumbuhan ekonomi global diprediksi bakal melambat, namun kondisinya berbeda dengan perekonomian nasional. Pasalnya,  Indonesia masih berpeluang untuk tumbuh di atas 5 persen hanya saja perlu langkah dan terobosan pemerintah dalam menelurkan kebijakan menggenjot pertumbuhan ekonomi itu.

“Pertumbuhan ekonomi dunia memang ada di kisaran 3 persen saja, tapi menurut World Bank zona East Asia and Pasific (EAP) dimana Indonesia di dalamnya masih tumbuh di kisaran beberapa persen. Jadi seharusnya Indonesia masih bisa tumbuh 5 Persen atau lebih, bahkan Vietnam mampu tumbuh antara 6-7 persen,” imbuhnya.

Hafidz menambahkan jika negara seperti Vietnam saja bisa tumbuh 6-7 persen, maka akan sangat memalukan jika Indonesia yang pasar dan populasinya lebih besar tetapi justru tumbuh lebih rendah. Oleh karena itu, harus ada upaya dan langkah-langkah terobosan dalam bidang ekonomi yang dituangkan dalam kebijakan untuk mendongkrak perekonomian nasional.

Sumber: Akurat.co

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article