Tuntutan Buruh Bagai Angin Lalu, Aspirasi Diterima Tapi Tak Diproses

More articles

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI Fraksi Partai Gerindra Putih Sari mengklaim pihaknya bakal terus berjuang untuk memperjuangkan kesejahteraan para Buruh Indonesia, baik yang ada di dalam negeri maupun yang bekerja di luar negeri.

Menurutnya, setiap tahunnya Buruh selalu melakukan orasi dan unjuk rasa damai dalam jumlah besar untuk berjuang mendapatkan keadilan. Hanya sayangnya, pemerintah seakan tuli dan menganggap angin lalu tuntutan Buruh. Terbukti tuntutan yang disuarakan tidak pernah didengar pemerintah.

“Setiap tahun ada hari Buruh, namun banyak Buruh yang masih belum mendapatkan haknya atau mendapat keadilan. Tahun ini kita harus buat beda, ini seperti sebuah motivasi untuk saya agar bekerja lebih keras lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat The Indonesian Institute Muhammad Rifki Fadilah mengungkapkan sejauh ini unjuk rasa yang dilakukan setiap tahunnya terbukti tidak terlalu efektif. Sehingga tuntutan yang disuarakan kaum Buruh tidak banyak yang ditanggapi, alhasil kaum Buruh tidak mendapatkan perubahan.

Salah satu tuntutan seperti menghapuskan outsourcing yang menjadi tuntutan, tidak terlaksana hingga saat ini. Rifki mengusulkan serikat Buruh mengajukan regulasi tegas dan kepada pihak outsourcing untuk mengatasi ketidaksinkronan informasi.

“Sebaiknya yang dilakukan oleh serikat Buruh tadi adalah dengan mengajukan regulasi yang tegas kepada pihak outsourcing untuk mengatasi masalah asimetris informasi tadi,” katanya dihubungi di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Lebih lanjut dia menjelaskan, yang paling penting untuk mengawal proses kontrak dari awal hingga masuk dan juga diperlukan audiensi ke Kemenaker guna membuat aturan dan pengawasan kepada tenaga outsourcing supaya tidak diberlakukan semena-mena dan tidak mendapatkan hak sebagai tenaga kerja.

Sumber: Akurat.co

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article