Keluar dari Pansus Angket KPK, Citra Partai Gerindra Menguat

More articles

JAKARTA – Pengamat politik dari lembaga kajian The Indonesian Institute Arfianto Purbolaksono mengatakan citra Partai Gerindra bisa saja menguat pasca-menarik diri dari Pansus Angket KPK. “Jelas hal ini akan berdampak pada penguatan citra Gerindra sebagai parpol yang menolak pelemahan KPK,” ujar Afrianto dihubungi di Jakarta, Rabu (26/7).

Arfianto mengatakan penerimaan publik terhadap keberadaan Pansus Angket KPK tidak baik. Gerindra dapat menguatkan citranya guna meningkatkan elektabilitas. “Jika mereka dapat mengkapitalisasi ini dengan baik kemungkinan elektabilitas Gerindra akan meningkat,” ujar Afrianto.

Meskipun demikian dia mengingatkan citra partai bukanlah segalanya, namun harus diikuti oleh disiplin organisasi yang baik, yakni memastikan kader-kader Gerindra tidak melakukan korupsi. Sebelumnya Partai Gerindra menyatakan menarik diri dari Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Tugas dan Wewenang KPK karena menilai pembentukan Pansus tidak memenuhi syarat yang sesuai Tata Tertib DPR dan UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

Gerindra menyatakan awalnya bersedia mengirimkan perwakilan ke dalam Pansus untuk mengawal kerja Pansus dari dalam. Namun seiring berjalan waktu Gerindra memandang ada kesan Pansus melemahkan KPK, meski hal itu belum tentu benar.

Sumber: Republika.co.id.

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article