Isu Agama Bagai Dua Sisi Mata Uang

More articles

Jakarta: Kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menimbulkan beragam pandangan. Satu kelompok menegaskan bahwa agama harus dibela, di sisi lain ada kelompok yang membela Ahok, termasuk di dalamnya ada umat Muslim.

Peneliti Bidang Hukum The Indonesian Institute Zihan Syahayani berpendapat, isu agama ibarat dua sisi mata uang, bisa mempersatukan tapi juga berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Di satu sisi isu keagamaan memang bisa mempersatukan masyarakat intra-agama, tetapi juga bisa menyebabkan disintegrasi masyarakat antar-agama,” kata Zihan dalam diskusi publik di Pakarti Center, Jakarta Pusat, Rabu 23 Mei 2017.

Zihan mengatakan, isu agama sensitif, karena mudah tersusupi atau sengaja dibawa ke wilayah lain, seperti ranah politik, sosial, hingga etnis. Masyarakat juga sangat mudah dipersatukan untuk kepentingan agama.

“Tanpa ada kepentingan khusus atau sesuatu orang akan berpikir ini masalah agama, berarti harus bersatu,” tambah Zihan.

Ahok divonis dua tahun penjara. Ia terbukti bersalah melanggar Pasal 156a. Sejak ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur hingga dipindah ke Mako Brimob, ratusan pendukung meminta pengadilan menangguhkan penahanan Ahok.

Aksi kelompok lain yang membela agama tak kalah ramai. Setelah Ahok dilaporkan ke polisi, aksi bertajuk Bela Islam berulang kali di gelar di pusat Ibu Kota. Massa kontra Ahok juga selalu hadir saat persidangan kasus penodaan agama.

Sumber: Metrotvnews.com

 

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article