Update Indonesia Volume IV No. 11 April 2010 (bahasa Indonesia)

More articles

Partai-partai mitra koalisi Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Golkar, PKS, dan PPP – berseberangan dengan pemerintah dalam voting Rapat Paripurna DPR dalam penetapan kesimpulan laporan Panitia Angket Century. Ketiga partai itu berdiri di dua kaki, berkoalisi dengan pemerintahan, sekaligus menjalankan peran oposisi di DPR. Fenomena ini juga tidak jarang dijumpai pada masa lima tahun Pemerintahan Yudhoyono-Kalla. Koalisi yang terbangun tidak pernah solid, selalu mengalami keretakan kendatipun secara kuantitas persentase koalisi partai-partai pendukung pemerintahan besar, bahkan kebesaran.

Alih-alih menutup titik kelemahan ini – komunikasi elit – beberapa politisi Partai Demokrat di DPR justru melakukan hal-hal kontraproduktif yang justru merusak pola komunikasi Presiden dan elit politik. Hal ini justru berkontribusi dalam merapuhkan ikatan koalisi. Gertak reshuffle kabinet yang dilakukan beberapa politisi Demokrat juga terbukti gagal, dan justru memperparah hubungan antarpartai koalisi. Padahal yang paling membutuhkan koalisi adalah Yudhoyono dan Partai Demokrat.

Update Indonesia kali ini mengangkat tema utama tentang Reformulasi dan Reorientasi Koalisi Pasca-Century Update Indonesia kali ini juga mengangkat tema-tema penting di beberapa bidang. Di bidang ekonomi dan keuangan tentang pajak dan pembangunan, lalu mengenai situasi ekonomi global kuartal I 2010 dan tema tentang nilai rupiah. Di bidang politik mengangkat tema mengenai istri incumbent di pilkada. Di bidang sosial mengangkat tema mengenai rekayasa kasus oleh aparat dan tema tentang polemik pelarangan merokok

 

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article