TIF seri 104 – Kesiapan Indonesia untuk Merdeka Berekspresi di Tahun 2024

More articles

Kebebasan berekspresi merupakan salah satu cerminan negara kita sebagai negara yang demokratis. Namun, di tahun 2024 sudah terjadi beberapa momentum yang membawa pencerahan atau malah menguji kebebasan berekspresi masyarakat. Diantaranya adalah putusan tidak terbukti bersalah Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, pengesahan perubahan kedua UU ITE, dan masa kampanye Pemilu dan Pileg besar-besaran di sosial media.

Untuk itu, The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), mengundang Anda untuk bergabung dalam diskusi daring *The Indonesian Forum ke-104, dengan judul “Kesiapan Indonesia untuk Merdeka Berekspresi di Tahun 2024″

Kegiatan ini akan diadakan pada
Hari, tanggal: Kamis, 25 Januari 2024
Waktu: 14.00 – 16.00
Platform: via Zoom dan Live YouTube The Indonesian Institute

Pembicara:
1. Pramono Ubaid Tanthowi (Komisioner Komnas HAM RI)
2. Haris Azhar (Founder Lokataru Foundation)
3. Christina Clarissa Intania (Peneliti Bidang Hukum The Indonesian Institute)

Moderator:
Felia Primaresti – Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute

 

Download Rangkuman, Materi dan dokumentasi TIF seri 104:

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [230.28 KB]

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [6.24 MB]

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [1.07 MB]

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [424.94 KB]

 

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article