Initiative! – Partisipasi Perempuan dalam Politik Indonesia: Penguat atau Pelengkap?

More articles

Laporan akhir tahun The Indonesian Institute (TII), “INDONESIA 2023”, yang ditulis oleh Felia Primaresti, Peneliti Bidang Politik TII, mencatat bahwa kebijakan pemenuhan kuota 30% pada perempuan memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap bagaimana partai politik menerapkan strategi rekrutmen internalnya. Hal ini juga terlihat pada partai-partai baru seperti Partai Ummat dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Namun, apakah dengan kuota 30% tersebut memberikan partisipasi perempuan yang bermakna dalam politik?

Diskusi Initiative! kali ini akan mengangkat tema “Partisipasi Perempuan dalam Politik Indonesia: Penguat atau Pelengkap?”, bersama Felia Primaresti (Peneliti Bidang Politik TII), Yolanda Panjaitan (Manajer Pengetahuan, Cakra Wikara Indonesia), dan Muhammad Ihsan Maulana (Peneliti, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi). Mari bergabung pada hari Senin, 27 November 2023, pukul 14.00 -16.00 WIB.

Download Materi dan dokumentasi:

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [362.54 KB]

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [239.04 KB]

 

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [2.97 MB]

 

 

The Indonesian Institute
The Indonesian Institutehttp://www.theindonesianinstitute.com
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research) yang resmi didirikan sejak 21 Oktober 2004 oleh sekelompok aktivis dan intelektual muda yang dinamis. TII merupakan lembaga yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang sumber dana utamanya berasal dari hibah dan sumbangan dari yayasan-yayasan, perusahaan-perusahaan, dan perorangan. TII bertujuan untuk menjadi pusat penelitian utama di Indonesia untuk masalah-masalah kebijakan publik dan berkomitmen untuk memberikan sumbangan kepada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas pembuatan dan hasil-hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article